Tempok Selatan,ZonaLensa.com – Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Tempok Selatan menggelar Ibadah Kebangunan Rohani (KKR) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pra-pemilihan. Acara ini bertujuan untuk menyegarkan spiritualitas warga serta menanamkan nilai-nilai kerukunan dalam proses demokrasi desa.

Ketua Panitia Pilhut Desa Tempok Selatan, Ir. Verna Suoth, ST, M.Si, bahwa ibadah ini merupakan wujud komitmen panitia untuk menghadirkan Pilhut yang tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga bermartabat secara moral dan spiritual.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh tahapan Pilhut berjalan dalam suasana damai dan penuh doa. Ibadah KKR ini adalah momentum bagi kita semua untuk menyerahkan proses pemilihan ke dalam tangan Tuhan, agar siapa pun yang terpilih nanti benar-benar menjadi pemimpin yang diberkati bagi kemajuan Desa Tempok Selatan,” ujar Ir. Verna Suoth.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara utama Pdt. Maikel Maramis, S.Pd, Ketua Yayasan Sinar Trifena Indonesia. Dalam khotbahnya, Pdt. Maikel menekankan pentingnya integritas hati dalam memilih pemimpin. Ia mengajak warga untuk tidak terpecah belah oleh perbedaan pilihan politik, melainkan tetap bersatu dalam kasih persaudaraan.
“Pilihlah dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Jangan biarkan hawa nafsu atau kepentingan sesaat merusak hubungan baik antarwarga. Ingat, setelah pemilihan selesai, kita tetap satu keluarga besar di Desa Tempok Selatan,” pesan Pdt. Maikel Maramis.

Sementara Pelaksana Harian (PLH) Hukum Tua Desa Tempok Selatan, Jerry Jendry Jersi Hasani, dalam sambutannya menghimbau penting kepada keempat calon Hukum Tua yang bertarung dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) mendatang. Beliau menekankan bahwa kedewasaan politik ditunjukkan bukan hanya saat kampanye, tetapi terutama dalam menerima hasil akhir pemilihan.
Dalam keterangannya, Jerry Jendry Jersi Hasani menyatakan bahwa Pilhut adalah ajang adu visi dan misi, bukan pertempuran ego. Oleh karena itu, sikap legowo (lapang dada) menjadi kunci utama agar Desa Tempok Selatan tetap kondusif pasca-pengumuman hasil suara.
“Kepada keempat calon, saya mengajak untuk menyiapkan mental terbaik. Dalam demokrasi, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Yang terpenting adalah bagaimana kita menerima hasil tersebut dengan sportif. Pemenang harus rendah hati melayani, dan yang belum berhasil harus besar hati mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan desa,” ujar Jerry Jendry Jersi Hasani.
Beliau juga mengingatkan tim sukses dan para pendukung dari masing-masing calon untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Jerry menegaskan bahwa setelah kotak suara dibuka, seluruh warga Tempok Selatan kembali menjadi satu keluarga besar tanpa sekat dukungan politik.
“Mari kita tunjukkan bahwa warga Tempok Selatan adalah masyarakat yang beradab. Jangan biarkan euforia kemenangan atau kekecewaan kekalahan merusak kerukunan yang telah lama kita bangun. Setelah Pilhut, kita semua bersatu kembali membangun desa,” tambahnya.
Imbauan ini sejalan dengan komitmen Panitia Pilhut dan tokoh masyarakat setempat untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman, lancar, dan bermartabat. Jerry berharap, siapa pun yang terpilih nanti, dapat segera bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk ketiga calon lainnya, untuk mewujudkan visi kemajuan Desa Tempok Selatan.
Acara Ibadah KKR ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para calon Hukum Tua. Melalui acara ini, Panitia Pilhut berharap dapat menciptakan iklim kampanye yang sehat, aman, dan sejuk hingga hari pencoblosan nanti.
