zonalensa

Lapas Amurang Ikuti Webinar Series “Cerdas Bersama BPSDM Hukum dan HAM”

Oplus_131072

Zonalensa.com.-MINSEL
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan webinar series Cerdas bersama BPSDM Hukum dan HAM dengan menghadirkan Narasumber Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna H. Laoly dengan tema “SDM Berkualitas Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Senin (5/8/2024).

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung di channel Youtube BPSDM Kumham ini diikuti oleh seluruh jajaran Kemenkumham RI. Lapas Amurang mengikuti dari ruang aula Lapas yang dipimpin langsung oleh Kalapas Amurang Fentje Mamirahi.

Dalam sambutannya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM beserta jajarannya atas penyelenggaraan kegiatan yang inovatif ini. Ia menekankan pentingnya pengembangan SDM yang berkualitas untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna H. Laoly menekankan pentingnya peran sumber daya manusia yang unggul dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Beliau menegaskan bahwa kompetensi dan integritas merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Webinar series ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang diinisiasi oleh Kemenkumham untuk memastikan setiap pegawai memiliki kemampuan dan sikap yang diperlukan dalam menghadapi tantangan di era digital dan globalisasi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Kemenkumham dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga integritas dan kredibilitas lembaga.

Webinar ini menyoroti pentingnya pendidikan yang berkualitas, pemerataan akses pendidikan, karakter yang kuat, kemampuan berkolaborasi, serta visi besar untuk kemajuan bersama. Selain itu, tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) juga diangkat sebagai isu penting yang harus dihadapi dengan ketangguhan, fleksibilitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan inovasi.

(**ZL)