zonalensa

Basarnas Dikerahkan Cari Remaja Hilang di Minahasa Selatan

Tim SAR Manado, Sulawesi Utara, mencari seorang remaja laki-laki yang dilaporkan hilang di area Perkebunan Nilam, Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara. ANTARA/HO-SAR Manado

Amurang, ZonaLensa.com – Seorang remaja laki-laki bernama Paskah Elean (19), warga Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea, Kota Manado, dilaporkan hilang di area perkebunan nilam di Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara.

Hingga kini, tim SAR masih melakukan upaya pencarian.

Informasi hilangnya korban pertama kali disampaikan oleh Kapolsek Tompaso Baru kepada pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado.

Menurut laporan tersebut, korban terakhir terlihat pada 17 April 2025 pukul 06.00 WITA saat memasuki kawasan perkebunan.

Keesokan harinya, 18 April 2025 pukul 06.00 WITA, Paskah sempat terlihat kembali di wilayah transmigrasi yang berada tidak jauh dari area perkebunan.

Namun setelah itu, jejak keberadaannya tidak lagi diketahui.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, membenarkan laporan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa laporan resmi diterima pihak Basarnas pada 22 April 2025 pukul 06.05 WITA.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menurunkan Tim Rescue dari Pos SAR Amurang pada pukul 06.30 WITA untuk melakukan pencarian,” ujar Nuriadin saat dikonfirmasi, Selasa (22/4/2025).

Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WITA dan langsung melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah desa serta kepolisian setempat. Setelah proses koordinasi, pencarian segera dimulai.

Dua metode pencarian digunakan dalam operasi ini, yakni pencarian udara menggunakan drone termal serta penyisiran secara langsung di area perbukitan dan lembah sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

“Drone termal digunakan untuk mendeteksi panas tubuh manusia di area yang sulit dijangkau. Sementara tim penyisir melacak jalur-jalur yang kemungkinan dilalui korban,” jelas Nuriadin.

Proses pencarian ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk masyarakat sekitar yang turut membantu dengan informasi dan tenaga. Meski begitu, hingga berita ini ditulis, keberadaan Paskah masih belum diketahui.

Pihak Basarnas mengimbau kepada warga setempat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan Liandok, agar segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

“Informasi sekecil apapun bisa sangat membantu dalam proses pencarian,” kata Nuriadin.

Basarnas menyatakan akan terus melanjutkan operasi pencarian hingga batas waktu yang ditentukan, dan akan mempertimbangkan perluasan area pencarian jika dalam waktu dekat belum ditemukan hasil signifikan. (*)